Dari Mana Asal Biaya Perantara?
Saat Anda mengajukan pembiayaan dari bank tradisional - syariah maupun konvensional - harga yang Anda bayar tidak hanya mencerminkan biaya aset yang dibiayai. Ada lapisan biaya operasional yang secara implisit dibebankan ke produk: sewa cabang fisik di berbagai kota, gaji ratusan atau ribuan karyawan mulai dari teller hingga analis kredit, serta sistem teknologi lama (legacy) yang butuh perawatan mahal dan terus-menerus karena dibangun puluhan tahun lalu dan tidak dirancang untuk era digital. Biaya-biaya ini nyata dan tidak hilang - hanya didistribusikan ke setiap nasabah dalam margin pembiayaan, seringkali tanpa terlihat jelas.
Lapisan Perantara Berganda
Satu transaksi keuangan bisa melewati beberapa pihak perantara sebelum sampai ke Anda: bank koresponden untuk transfer dana, pemroses pembayaran, lembaga penilai kredit, dan terkadang broker asuransi. Setiap pihak mengambil bagiannya dari transaksi, dan bagian itu - sekecil apa pun di setiap langkah - pada akhirnya terakumulasi menjadi bagian dari total biaya yang ditanggung nasabah akhir, biasanya tanpa rincian yang jelas per lapisan.
Perbandingan Kualitatif, Bukan Angka
Kontrak pintar berbasis blockchain tidak membutuhkan cabang fisik, tidak perlu karyawan yang memeriksa manual setiap transaksi satu per satu, dan tidak memerlukan sistem lama yang perawatannya mahal setiap tahun. Ketentuan ditulis dalam kode terbuka yang berjalan otomatis begitu syarat yang disepakati terpenuhi. Ini bukan berarti kontrak pintar tanpa biaya - ada biaya pengembangan, audit keamanan, dan biaya jaringan (gas) - namun ia menghilangkan seluruh lapisan perantara tradisional yang biasanya ditambahkan ke tagihan akhir.
Transparansi dalam Penetapan Harga
Sulit bagi nasabah biasa membandingkan secara akurat berbagai penawaran pembiayaan ketika biaya didistribusikan secara implisit antara biaya administrasi, margin keuntungan, dan biaya operasional yang tidak diungkapkan secara terpisah. Sebaliknya, saat biaya adalah satu angka yang jelas dan diumumkan sejak awal, siapa pun bisa tahu persis apa yang mereka bayar dan mengapa, tanpa perlu membongkar pos-pos yang samar.
Sikap Qist
Qist mengumumkan biayanya dengan sangat jelas: biaya 2% atas transaksi, dengan biaya tambahan opsional hanya bagi yang ingin fitur otomatisasi ekstra. Tidak ada lapisan perantara tersembunyi, tidak ada ketentuan samar yang baru terungkap kemudian. Kontrak pintar dipublikasikan dan terbuka untuk diaudit, siapa pun bisa memeriksa ketentuannya sendiri sebelum berkomitmen.
Dalam Angka
Biaya tetap Qist: hanya 2% atas transaksi. Masa tenggang keterlambatan pembayaran: 3 hari. Ukuran industri keuangan syariah global: sekitar 4 triliun dolar AS. Populasi Muslim dunia: sekitar 1,9 miliar jiwa - pasar besar yang layak mendapatkan solusi yang lebih transparan dengan lebih sedikit lapisan perantara.
Pelajari lebih lanjut tentang Qist: qist.info
Konten informasi, bukan nasihat keuangan.